Komunikasi : Simbol, Bahasa Tubuh dan Kepribadian
Simbol merupakan kajian bidang komunikasi yang sangat menarik. Kemanapun kita berpaling, akan melihat proses simbolik yang sedang berlangsung. Model model rambut, pakaian dan berbagai uniform yan melekat dalam diri seseorang adalah simbol yang merepresentasikan eksistensi seseorang.

Semua pakaian dengan segala modelnya, seperti yang dikemukakan Thorsten Veblen dalam bukunya Theory of the Leisure Class (1899), adalah simbolik. Bahan, potongan, dan hiasannya antara lain ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan mengenai kehangatan, kenyamanan, kepraktisan , kepantasan dalam sebuah acara dan alasan lain yang berkaitan dengan kepribadian dan kultur. Prestasi i-prestasi manusia bergantung kepada penggunaan simbol-simbol.” (Alfred Korzybski). Simbol juga melekat pada seseorang ketika melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Namun bisa saja simbol bersifat subyektif, karena itu perlu pemahaman terhadap etika dalam relasi antar manusia. Bahasa tubuh sebagaimana dibahas oleh Edward T. Hall, juga mengisyaratkan tentang keterkaiatan perilaku, kultur manusia dan pemahaman yang kompleks dalam hubungan antar manusia.

Praktisi bidang komunikasi yang sukses, selayaknya jika mengedepankan etika dalam menjalankan profesinya. Etika merupakan studi tentang sifat umum moral dan pilihan – pilihan moral spesifik yang harus dibuat seseorang. Dalam etika yang menjadi maslaha utama adalah prinsip moral yang mendasar, prinsip penghormatan atas orang lain. Situasi moral bermanfaat untuk pedoman etika dalam komunikasi.

Merujuk pada konteks itulah, di Fakultas Ilmu Komunikasi , Universitas Tarumanagara Jakarta diajarkan mata kuliah Etika dan Pengembangan Kepribadian. Mata kuliah dengan koordinator Dra. Yohana Purnama, itu memberikan pengetahuan, wawawasn dan praktek dalam hubungan antar manusia pada lingkup relasi social maupun bisnis di bidang komunikasi maupun industry media. Salah satu praktek dalam Etika dan Pengembangan Kepribadian adalah , bagaimana tampil dengan baik, dari cara berpakaian, berjalan, duduk, berbicara, bernegosiasi dan strategi menjaga eksistensi kepribadian unggul melalui bahasa tubuh dan symbol.

Membentuk kepribadian yang beretika dan mampu memahami berbagai symbol dalam beragam situasi adalah salah satu modal yang baik untuk meraih kesuksesan. Pribadi unggul dalam perspektif komunikasi, biasa dikenal melalui pantulan kepribadian dan segala hal yang melekat pada dirinya. Para praktisi komunikasi harus memehami tentang pribadi di depan umum dan pribadi sebagai manusia. (Fikom Untar)